Merokok bukan budaya kita
Dibuat oleh :
Gina Astuti
Tipe : video

Perkenalkan nama saya Gina Astuti, umur saya 19 tahun, saya tinggal di tempat yang masih cukup jauh dari hiruk pikuk kota, saya aktif di organisasi saka bakti husada dan menjabat sebagai ketua dewan saka cabang balangan.

Rasa prihatin dan resah rasanya tidak lah berlebihan ketika melihat angka atau jumlah perokok usia remaja yang kian hari kian bertambah, belum lagi berada di masyarakat yang menganggap bahwa rokok adalah budaya mereka, bahkan sering saya dengar istilah " Merokok mati, Tidak merokok mati, lebih baik merokok sampai mati" dikalangan remaja ketika kami melakukan sosialisasi di beberapa sekolah.

Padahal remaja adalah penerus tongkat estafet kepemimpinan. Apa jadinya jika pada saat remaja, budaya mereka di rusak dengan hadirnya rokok di sekitar mereka.

Perokok aktif usia remaja semakin bertambah, namun kepedulian masyarakat semakin rendah bahkan hilang, mari sebagai remaja kita hilangkan budaya merokok dan tumbuhkan kembali budaya indonesia yang sehat dan ramah.

Dukung pula pemerintah untuk menerapkan KTR pada tempat tempat yang memang semestinya, karena tanpa dukungan dari masyarakat kebijakan pemerintah tidak akan memberikan dampak positif.

Matikan industri rokok dengan tidak merokok


Banyak alasan orang untuk tetap merokok dan menyebarkan candu rokok pada orang lain, salah satunya adalah dengan mengatas namakan budaya. Saya merasa rokok mulai menjadi budaya di lingkungan saya pada tahun 2013- sekarang, salah satu penyebabnya adalah tidak faham nya masih masyarakat mengenai budaya mereka sendiri. Oleh karena itu saya berdiri di garda terdepan untuk memberangus rokok dari budaya masyarakat dan saya tidak ingin rokok menjadi bagian dari adat dan budaya masyarakat. Mari bersama saya menolak rokok dan memutus rantai kesalah fahaman yang sudah beredar di masyarakat, mulai dari langkah kecil untuk sebuah perubahan besar.