Rokok merajai semua kalangan dan usia
Dibuat oleh :
Rahma Deti Husna
Tipe : tulisan

Berbicara tentang rokok baik itu rokok cigaret atau batang maupun vape (rokok elektrik) menurut saya bahayanya sama, hanya saja kemasannya berbeda, dan rasanya berbeda. Dulu rokok yang sering digunakan adalah cigaret, namun belakangan ini muncul rokok elektrik yang kemasannya lebih modern dan berupa cairan atau liquid. 

Sebelum banyak bermunculan rokok elektrik, rokok cigaret lebih mudah didapatkan, siapapun bisa membeli rokok seperti di warung-warung di pinggir jalan, warung rumahan, maupun di swalayan. Siapapun bisa membeli rokok tanpa melihat usia. Mulai dari anak-anak Sekolah Dasar hingga orang dewasa. Seperti yang kita ketahui, angka perokok di usia anak-anak hingga remaja meningkat. Data Riskesdas tahun 2018 tentang prevalensi perilaku merokok remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2 persen menjadi 9,1 persen. Artinya semakin banyak anak-anak dari remaja yang terpengaruh oleh rokok. Beberapa penyebabnya adalah orangtua yang merokok, anggota keluarga yang merokok, pengaruh teman sebaya yang merokok, pengaruh lingkungan sekitar yang merokok, dan akses untuk mendapatkan rokok yang mudah. 

Orangtua yang merokok sangat mempengaruhi terhadap anak-anak akan merokok jug kelak. Karena kadang orangtua malah menyuruh anaknya untuk membelikannya rokok ke warung, itu terjadi tidak sekali dua kali, tetapi sering. Di lingkungan tempat tinggal saya, saya sering melihat anak-anak usia sekolah dasar sering disuruh untuk membeli rokok buat orangtua mereka atau keluarga mereka. Seperti yang kita ketahui sifat alamiah manusia dengan rasa ingin tahu yang tinggi, anak-anak tersebut akan berpikir bagaimana rasa rokok tersebut? apa yang didapatkan dengan merokok itu? karena dengan rasa penasarannnya suatu saat ketika disuruh kembali membeli rokok oleh orangtuanya maka mereka akan membeli juga untuk mereka cicip, untuk menjawab rasa penasaran mereka, toh para penjaga warung tidak mengetahui kalau rokok itu untuk mereka. Dengan begitu mudahnya mendapatkan rokok menyebabkan tingkat perilaku merokok pada anak-anak dan remaja semakin meningkat.

Selain itu juga pengaruh teman yang merokok, katanya, jika tidak merokok, maka tidak gaul, jika tidak merokok itu tidak laki. Namun saat ini, tidak hanya anak-anak dan remaja laki-laki yang merokok, yang perempuan pun juga merokok.  Benar, pengaruh keluarga dan lingkungan sangat mempengaruhi perilaku anak-anak dan remaja yang dalam masa pencarian jati diri mereka (pubertas).

Nah, sekarang seiring perkembangan zaman muncul rokok elektrik. Walaupun yang membelinya masih belum sebanyak rokok cigaret atau batang namun sudah banyak anak-anak muda yang menggunakan rokok elektrik, yang katanya memiliki varian rasa dan wangi tertentu seperti mint, coklat, mocca, buah-buahan, dan lain sebagainya. Namun dengan harga rokok elektrik yang cukup mahal namun juga cukup mudah mendapatkan dengan adanya online shop.

Harapan saya, semoga prevalensi merokok pada anak-anak dan remaja bisa menurun dengan kesadaran orangtua yang tidak merokok, dukungan dan perhatian orangtua terhadap anak-anaknya, kesadaran dan pengetahuan akan bahaya kesehatan terhadap rokok, dan motivasi diri untuk melakukan hal-hal yang positif, dan bermanfaat.

 

Rokok merajai semua kalangan dan usia hingga prevalensi merokok mengalami peningkatan pada usia anak-anak dan remaja karena akses untuk mendapatkannya yang lebih mudah.