Lawan keganasan rokok
Dibuat oleh :
Muhammad Syauqi Nafisal Lail
Tipe : tulisan

Rokok merupakan sebuah benda yang berbentuk lintingan tembakau yang digulung dan biasnya digunakan dengan cara dibisap oleh pengguna. Menurut perokok aktif mereka merokok karena merokok dapat menenangkan atau menjernihkan pikiran dari bebagai hal yang berat akan titik jenuh dari sebuah pekerjaan. Merokok tentu mengakibatkan hal yang negatif bagi lingkungan sekitar, kesehatan diri bahkan ekonomi. Lingkungan sekitar tentunya terkena dampaknya terutama bagi para perokok pasif yang menghirup asap rokok dari pelaku perokok aktif, efek yang ditimbukanpun lebih bahaya bagi perokok pasif karena perokok pasif menghirup asap yang telah keluar dari dari perokok aktif yang tidak terfilter sehingga dampak terkena penyakitnya lebih tinggi. Dalam segi ekonomipun rokok juga sangat menguras isi dompet, secara tidak sadar perokok mengeluarkan uang banyak untuk hal yang tidak bermanfaat tersebut. Saya merupakan salah satu korban dari keganasan dari rokok. Saya merokok kurang lebih sudah 7 tahun, dan baru berhenti sekitar 3 pekan yang lalu. Hal yang membuat saya sadar akan berhenti merokok adalah efek negatif yang ditimbulkannya. Saya mulai merasakan akan paru-paru basah yang dikahwatirkan kedepannya akan makin parah, maka dari itu saya memutuskan untuk berhenti, apalagi saya juga melihat dari teman-teman seperokokan saya dahulu yang sudah mulai terkena dampak dari rokok seperti asma, kanker dan penyakit paru-paru lainnya. Tentunya dengan begitu membuat saya semakin sadar akan efek rokok yang begitu bahayanya. Saya juga tergolong keluarga yang sederhana, saya diberikan uang saku oleh orangtua diharapakan untuk kebutuhan di kampus namun saya gunakan untuk hal yang tidak penting seperti rokok. Tentu pukulan keras bagi saya melakukan hal bodoh semacam itu, bayangkan uang rokok yang biasanya saya beli Rp. 30.000 perpekan saya habiskan hanya untuk barang tidak berguna tersebut, padahal bisa saya alokasikan kesesuatu yang lebih bermanfaat semisal untuk membeli buku, kebutuhan kedepan kuliah dan lainnya. Jika orangtua saya tau bahwa saya morokok waktu itu pasti akan merasakan kekecawaan yang amat dalam, apalagi keluarga saya tidak ada yang merokok sama sekalipun. Saya merokok karena efek lingkungan sekolah dulu ketika SMP yang cenderung perokok, dengan begitu saya ikut-ikut dengan alasan biar terlihat keren, padahal tindakan tersebut merupakan tindakan yang paling bodoh yang saya lakukan, namun apa daya nasi sudah jadi bubur, untuk mengembalikannya saya harus memulai dari awal kembali. Bagi saya tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik, mulailah mebuang hal-hal yang bersifat negatif dan mengganti hal yang positif. Saya juga tidak mau hal positif ini hanya berhenti di saya, saya juga melakukan kampanye kepada teman terdekat saya yang dulu satu perokokan, perlahan namun pasti saya yakin itu akan berhasil, dengan memberi arahan sedikit demi sedikit dan memberi tips-tips yang sudah saya lakukan hingga bisa erhenti merokok, misalnya dengan mengurangi jumlah batangan rokok hari demi hari, contoh misal sehari habis lima batang, makan esoknya kurangin menjadi empat batang dan seterusnya sampai benar-benar sudah tidak ada rasa candu akan rokok. Lebih baik saya bergerak dari pada diam, terus berusaha memberi hal postif terhadap masyarakat terutama akan hal bahayanya merokok. Jika saya bisa orang lain pun pasti bisa, asalkan ada usaha dan niat yang mantap, semua demi kemajuan bangsa yang bebas akan asap rokok.

 


Cerita berdasarkan pengalaman pribadi akan bahayanya efek rokok yang ditimbulkan bukan hanya dari segi kesehatan dan lingkungan namun juga dalam segi ekonomi