Bukan hanya tentang aku.
Dibuat oleh :
Andini Nabilah Sari
Tipe : tulisan

Untuk : Yth. Siapapun yang kuharap tidak benar benar membaca ini

Bukan tentang siapa aku bicara

bukan pula tentang dimana aku menuangkannya

ini semua tentang mengapa aku harus mengatakannya.

 

Aku memilih berbicara karena banyak mulut yang tak mampu mengatakannya

tak mampu karena telah terbungkam. Terbungkam oleh silinder kertas yang terbakar membara dalam setiap mulut mulut mereka

akupun menjadi wakil atas suara mereka. suara mereka yang ingin  mengatakan tapi tak mampu, sedangkan suara hati mereka berkata tak ingin.

tak ingin lagi dipaksa, tak lagi ingin melanjutkannya.

sampai sini paham apa yang kukatakan? aku sedang berbicara tentang kamu serta kamu yang terpaksa dan dipaksa. 

karena tidak semua orang ingin menghirup dalam dalam asap itu. asap yang seolah merdeka menjajah paru paru merah segar itu, menjadi hitam legam tak kasat mata.

batuk sebagai pertahananmu pun sudah meronta pada awalnya. meminta untuk disudahi, meminta untuk menata kembali partikel partikel yang telah goyah, akan tetapi masih berjuang tetap pada gardanya. 

untuk apa? untuk melindungimu.

tapi bodoh saja memang akal itu tak digunakan seharusnya. tetap saja, kembali dengan dalih mencoba karena terpaksa. dan berakhir dalam sebuah kesenangan yang tak kan berakhir nyata.

butuh berapa lama? kupikir nafsumu tidak membutuhkan banyak waktu. cukup turuti saja nafsu itu. kemudian, dengan sigap nafsu mu bekerja untuk menggagalkan prinsip dan logika yang sudah terbangun lamanya.

lalu, masihkah beralasan semua ini karena terpaksa dan dipaksa?

mungkin, diksi ini terlihat seperti aku membela mu bukan pada awalnya?memang. aku sengaja melakukannya.

untuk apa? hanya untuk mengingatkan mu kembali tentang keluguan dan naifnya seorang dirimu saat baru mengenalnya.

sudah tau belum bagaimana keadaanmu sekarang? aku bantu menjelaskannya ya.

saat ini mungkin saja kamu membacanya setelah 5 atau 10 tahun kamu mengenal silinder kertas itu. bila kulakukan sebuah perkataan deduksi. aku ingin mengatakan, bahwa kamu sedang tidak baik baik saja.

Tar dalam gulungan tembakau itu sudah bekerja layaknya bom waktu yang mungkin sebentar lagi akan meledak. atau mungkin, sekarang sudah meledak? jujur saja, itu semua tidak hanya akan meledak pada paru paru mu. tapi pada yang lainnya.

mungkin sekarang nafasmu tak lagi sebebas yang kulihat dan kudengar dulu. mungkin saja, lendir yang menjaga masuk nya kotoran dalam parumu sudah memberikan bendera putih tanda menyerah. lihat saja, kau terus menerus batuk berdahak bukan? itu karena lendir yang menjaga paru mu harus bekerja ekstra untuk menghalau bom yang telah kau bangun sendiri.

mungkin saja, batukmu kini sudah merajai tubuhmu. dan merayap menjadi sebuah penyakit bronkitis yang mungkin kau saja tak tau namanya. Hidungmu tersumbat, kaki yang mulai membengkak, demam yang tak kunjung usai, atau bahkan, kulit dan bibirmu yang membiru tanda mengais dan mengemis sedikitudara bersih di luar sana?

Terlihat sedikit mengerikan bukan?
Tapi itu bukan akhirnya.

Saat berjalan saja membutuhkan banyak usaha, mungkin saja kini kau benar benar tidak baik baik saja

Aku dengar, setelah rontgen kemarin, kantung udara mu mulai melemah? Apakah benar hanya benar benar melemah? Atau sudah pecah? Jika iya, maka kini penyakitmu telah bangun dari tidurnya. Emfisema namanya

Jujur, tidak sanggup bila kutuliskan mengenai kemungkinan akan keadaanmu nanti

Karena bila memang benar adanya, maka selanjutnya akan berakhir pada kursi yang tertancapkan nama pasien dengan titel ‘pasien kanker paru’.

Sudah pernah dengar bukan betapa mengerikannya? Bahkan bergidik tubuh ini hanya sekedar mendengar namanya saja.

Lalu ,masihkah semua ini hanya didasarkan pada terpaksa dan dipaksa?

Siapa yang memintamu melakukan ini ? siapa yang membuat raga itu harus hilang dalam waktu cepat?siapa yang memaksamu?

Kumohon beritahu aku, karena ini bukan hanya tentang aku. Tentang aku yang hanya bisa melihat dan menjadi penghirup pasif atas asap yang terlihat indah namun semu dimata

Bukan hanya tentang aku, yang hanya bisa mengirimkan diksi panjang sebagai surat yang mungkin akan kau baca beberapa tahun mendatang

Bahkan, aku berharap kau tidak akan membaca ini, karena bila memang benar adanya, aku benar benar tidak tau bagaimana keadaan mu sekarang.

-dari ku ,
yang mengharapkan atas kesadaranmu

Karena apa? Ini bukan hanya tentangku, tentang mu atau tentang mereka

Ini tentang apa yang seharusnya dilakukan olehmu, aku dan mereka.
Aku plilih bicara untuk menghentikan bungkamnya orang orang atas ketidaksadaran akan dampak yang hadir pada perokok aktif maupun pasif diluar sana. Bagaimana denganmu?

Bogor, 31 Juli 2019


Tulisan ini berupa surat untuk para perokok aktif maupun pasif. Surat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para perokok aktif maupun pasif untuk memulai aksi nyata dalam pengehentian rokok dalam dunia nyata. ini saatnya berhenti. kalau bukan sekarang, maka, kapan lagi?