210.638 Puntung Rokok

Telah terkumpul dalam kegiatan ini

#SatuPuntungSejutaMasalah

#SatuPuntungSejutaMasalah adalah kampanye yang mengajak kalian mengumpulkan dan mendokumentasikan 1 juta puntung rokok yang ditemukan di lingkunganmu untuk menunjukkan banyaknya permasalahan di balik punting rokok.

Puntung Rokok adalah masalah !

1. Puntung rokok adalah masalah bagi lingkungan.

Puntung rokok merupakan golongan sampah berbahaya (B3), memerlukan waktu 10 tahun untuk terurai dan sampah terbanyak di lautan. Data Ocean Conservancy, 2018 menyebutkan ada 2,4 juta ton puntung rokok di lautan yang mengancam keberlangsungan ekosistem biota laut. Pada tahun 2040 diperkirakan kita tidak bisa mengkonsumsiikan, udang, kepiting disebabkan air laut yang tercemar puntung rokok.

2. Puntung rokok adalah masalah banyaknya konsumsi zat adiktif

Tahun 2017 WHO mencatat ada 7,2 juta kematian yang disebabkan konsumsi rokok di negara berkembang salah satunya Indonesia. Indonesia adalah urutan ke-3 konsumsi rokok di dunia. Data Riskesdas 2013 menyebutkan perokok di Indonesia menghabiskan minimal 12 batang setiap hari. Dan, industry rokok memproduksi rata-rata 338 miliar batang rokok untuk memenuhi adiksi lebih dari 90 juta perokok aktif di Indonesia. Sehingga masyarakat terus-menerus terjerat candu rokok dan menyebabkan berbagai penyakit katastropik bahkan kematian. Termasuk juga hilangnya produktivitas karena sakit yang kerugiannya mencapai 596 Triliun.

3. Puntung rokok adalah masalah paru-paru yang menghitam karena 87% kasus kanker paru berhubungan dengan perilaku merokok. Selain itu, perilaku merokok merupakan faktor resiko timbulnya penyakit tidak menular. BPJS kesehatann harus menanggung biaya pengobatan penyakit katastropik kanker mencapai 13,3 triliun. 9 dari 10 faktor resiko penyakit kanker adalah perilaku merokok. Riskesdas 2018 menyebutkan prevalensi kanker di Indonesia adalah 2 dari 1000 penduduk. Sehingga rokok membebani lebih dari 17% dari seluruh pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

4. Puntung rokok adalah masalah akses zat adikif yang mudah.

Hampir semua warung dan toko menjual rokok dengan harga murah dan batangan, termasuk sekitar sekolah. Ada 7 dari 10 tempat penjual yang memajang spanduk atau poster yang mempromosikan iklan rokok. 59% remaja membeli rokok di warung/toko tidak pernah ditolak karena usianya (Astuty dan Freeman, 2018). Sehingga siapapun termasuk anak-anak dapat membeli rokok di mana saja,dengan uang sakunya, sekitar 1000 rupiah per batang.

5. Puntung rokok adalah masalah banyaknya orang yang terpapar asap rokok.

Puntung rokok ditemukan di mana saja, karena orang bisa merokok di semuatempat, di rumah, jalan, trotoar, terminal, stasiun, warung, kampus, sekolah, perkantoran, tempat parkir, taman dan tempat umum lainnya dimana orang beraktifitas. Data GYTS menyebutkan 78% remaja terpapar asap rokok di tempat umum. Sehingga lebih dari 97 juta orang di Indonesia menjadi perokok pasif, temasuk anak-anak dan beresiko 3 kali mengidap penyakit kronis karena asap rokok.

6. Puntung rokok adalah masalah kemisikinan berkelanjutan.

Pengeluaran belanja keluarga miskin untuk membeli rokok nomor 2 setelah padi-padian, mengalahkan belanja untuk makanan bergizi, pendidikan dan kesehatan. Badan Pusat Statistik tahun 2015 mencatat bahwa kontribusi pengeluaran untuk rokok terhadap garis kemiskinan mencapai 8,24%. Anak-anak dari keluarga miskin tergadaikan hak pendidikan, kesehatannya dan berkontribusi terhadap stunting di Indonesia. Sehingga keluarga miskin akan mewariskan kemiskinan yang berkelanjutan kepada anak-anaknya karena tidak terpenuhi gizi, kesehatan dan pendidikan.

7. Puntung rokok adalah masalah lemahnya peraturan yang melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok.

Indonesia satu-satunya negara di ASEAN yang masih membolehkan iklan, promosi dan sponsor rokok yang menargetkan anak-anak menjadi perokok pemula. Industri rokok juga sangat massive melakukan iklan, promosi dan sponsor rokok dengan menjual gaya hidup anak muda untuk menargetkan anak-anak sebagai konsumen. Terbukti bahwa 48% remaja terpengaruh dari iklan rokok untuk mulai merokok. Sehingga perokok anak pada tahun 2018 mencapai 7,8 juta anak atau naik 9,1%, jauh melebihi target RPJMN 2019 untuk menurunkan perokok anak hingga batas 5,4%.

8. Puntung rokok adalah masalah perbudakan modern.

Data Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan bahwa ada 1,5 juta pekerja anak usia 10-17 tahun bekerja di pertanian tembakau untuk Industri Rokok di Indonesia. Mereka terlibat dalam semua proses pengolahan tembakau namun tidak mendapat upah yang layak, bahkan sering tidak diberi upah. Hal ini tentu merenggut waktu belajar dan bermain mereka (anak-anak). Juga lingkungan kerja yang berbahaya sering menimbulkan permasalahan kesehatan seperti keseringan pusing, mual, hingga masalah pernapasan lainnya.

9. Puntung rokok merupakan bom waktu di masa depan.

Banyaknya konsumsi rokok akan menggagalkan Indonesia mencapai bonus demografi dan mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045. Karena dampak konsumsi rokok menimbulkan berbagai masalah kesehatan di masa depan sehingga akan mengakibatkan usia produktif yang sakit-sakitan. Ini merupakan ancaman langsung terhadap bonus demografi, yang membutuhkan usia produktif yang sehat.

 

Apa yang kita minta (call for action) ?

Persoalan puntung rokok hanya bisa ditanggulangi dengan Reduce, yaitu mencegah munculnya puntung rokok dengan mengurangi atau tidak mengkonsumsi rokok. Untuk itu, harus ada regulasi yang komprehensif yang mengatur sejuta masalah yang ditimbulkan dari puntung rokok. Mulai dari pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok, menaikan harga rokok semahal-mahalnya, membatasi akses mendapatkan rokok dan menerapkan Kawasan TanpaRokok dengan tegas.

Bagaimana mendukung #SatuPuntungSejutaMasalah ?

  1. Ayo kumpulkan puntung rokok.
    1. Ajak teman, organisasi atau komunitasmu
    2. Pilih tempat untuk melakukan aksimu. Misalnya lokasi Car Free Day, terminal, stasiun, lingkungan sekitar kampus/sekolah, tempat wisata, tempat hiburan rakyat, pemukiman padat, jalanan umum
    3. Gunakan sarung tangan dan masker
    4. Siapkan tempat untuk wadah puntung. Misalnya, botol plastik bekas atau kantong plastik
    5. Hitung atau timbang puntung rokok yang kamu temukan (1 kg puntung rokok = 3.268 puntung)
    6. Dokumentasikan proses dan puntung rokok yang kamu dapatkan
    7. Posting foto/video aksimu di media social organisasi/komunitas dan pribadi dengan menandai ke akun @fctcindonesia atau pihak lain yang terkait. Sebutkan jumlah puntung, tempat dan waktu mengumpulkan dan gunakan hashtag #SatuPuntungSejutaMasalah #PilihBicara
    8. Atau unggah di pilihbicara.org dengan menyebutkan jumlah, tempat dan waktu pengumpulan
    9. Puntung rokok adalah sampah B3 (Bahan berbahaya dan beracun), maka harus dibuang ketempat sampah B3 atau tempat sampah non-organik dalam keadaan terbungkus rapi, jangan dibuang
  1. Dokumentasikan puntung rokok yang kamu temukan.
  2. Foto/video puntung rokok yang kalian temukan
  3. Posting di media sosial organisasi/komunitas dan pribadi dengan menandai ke akun @fctcindonesia atau pihak lain yang terkait. Sebutkan jumlah puntung, tempat dan waktu mengumpulkan dan gunakan hashtag #SatuPuntungSejutaMasalah #PilihBicara
  4. Atau unggah dipilihbicara.org dengan menyebutkan jumlah, tempat dan waktu pengumpulan

Tujuan

  1. Membangun kesadaran masyarakat bahwa di balik puntung rokok ada banyak masalah yang terkait dengan masa depan bangsa, khususnya generasi
  2. Mengajak masyarakat mengumpulkan/mendokumentasikan puntung yang ditemukan di lingkungannya untuk mendapatkan data dan fakta yang akan menggambarkan masalah di balik puntung rokok, seperti tingginya konsumsi rokok, perokok anak yang terus meningkat, kemiskinan, gagal demografi
  3. Mendukung pemerintah untuk membuat satu regulasi yang komprehensif untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas.

Inisiator Aksi#SatuPuntungSejutaMasalah

  1. Alfa Training Center
  2. Banggai Generation on Tobacco Control (BGTC)
  3. CIMSA Jogja
  4. Emancipate ID
  5. PIK-R Sehat Tirtayasa
  6. Forum Anak Surakarta
  7. Forum Anak Papua
  8. Gerakan Muda Tolak Jadi Target Padang
  9. Guyub Bocah
  10. Gerakan Pramuka Ternate
  11. GENRE Jakarta
  12. Hima Kesmas STIKes Indramayu
  13. Hima Pendidikan Sosiologi
  14. Jakarta Osoji Club
  15. ISMKMI
  16. Rumah Inggris Banjarmasin
  17. Ruang Pemimpi
  18. 9 cm
  19. Smoke Free Agent
  20. Sahabat Belajar
  21. Gerakan Muda FCTC untuk Indonesia
  22. Lentera Anak
Formulir kegiatan
#satupuntungsejutamasalah

Foto yang tersimpan di dropbox atau google drive (jangan lupa di share/public link)